Gizi Buruk di Lombok Timur
Kemiskinan menjadi salah satu pemicu munculnya gizi buruk. Ketidakmampuan ekonomi dianggap berpengaruh pada penyediaan makanan dan asupan gizi yang memadai. Kepala seksi (Kasi) Gizi Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Hj Aminah, S.Sos, mengatakan akar gizi buruk adalah minimnya kesempatan kerja yang mendatangkan kemiskinan.
Menurutnya, kemiskinan melahirkan keterbatasan penyediaan makanan asupan yang berstandar kesehatan lengkap untuk anggota keluarga. Data Dikes Lotim, 82 persen penderita gizi buruk menunjukkan kekurangan asupan gizi. Data Dikes Lotim, dalam empat tahun terakhir jumlah kasus gizi buruk di Lotim cenderung menurun. Berdasarkan operasi timbang, diperoleh hasil audit yang menunjukkan jumlah penderita gizi buruk di Lotim pada 2005 sebanyak 1534 penderita, 2006, 1240 penderita, 2007, 584 penderita dan 2008, 401 penderita. Untuk tahun 2009 hingga Februari ini terdapat sekitar 40 lebih penderita gizi buruk. Dengan kasus terbesar di Kecamatan Montong Gading dan Suela
Dijelaskan, permasalahan lain yang memicu gizi buruk adalah tingkat pendidikan rendah, yang berdampak pada minimnya pengetahuan tentang pola asuh yang benar. Kebanyakan profesi orang tua penderita gizi buruk adalah sebagai buruh dan ibu rumah tangga. Tingkat pendidikan SD dan tidak tamat bagi ayah 78 persen, ibu 82 persen. Dicontohkan, kebiasaan membiarkan anak bermain di tanah, apalagi tanpa menggunakan pakaian lengkap, menyebabkan telur-telur cacing atau sumber penyakit lainnya akan berinteraksi dengan tubuh anak yang menyebabkan anak sakit.
‘’Ada lagi kebiasaan sebagian masyarakat yang menyebabkan terinfeksi penyakit seperti mandi tidak teratur, mandi tidak menggunakan sabun, lalai membersihkan alat-alat makan yang kotor,’’ jelasnya. Meski begitu, gizi buruk tidak melulu disebabkan asupan gizi yang tidak sesuai, tapi dapat juga disebabkan karena infeksi penyakit yang berakibat pada turunya daya tahan tubuh. ‘’Bisa saja makanannya cukup, namun karena terinfeksi penyakit seperti cacingan, batuk pilek menyebabkan daya tahan menurun,’’ jelasnya.
Dari hasil audit ke penderita gizi buruk, 100 persen penderitanya terinfeksi penyakit dikarenakan lemahnya daya tahan tubuh. Menurut Aminah, bantuan makanan sehat hanya bentuk penyelesaian jangka pendek. ‘’Sebetulnya akan lebih penting memberikan informasi seperti pola asuh yang benar pada para orang tua,” ungkapnya.
https://persagintb.wordpress.com/2009/02/28/gizi-buruk-di-lotim/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar